Minggu, 17 Juli 2011

:)

tiga minggu berlalu cepet bangettt,, padahal masih pinginn bareng,
tunggu satu bulan wt ketemu lagi,
selama tiga minggu bener2 berkesan banget walaupun efektifnya 2 minggu thok, hufftttt
bisa ketawa bareng meskipun banyak planning yang belum terlaksana,,
hemmm,,,
berharap liburn yang akan datang semua planning bisa terlaksana dengan baik, amiennn..
meskipun kadang nyebelin tapi berkesan bangettttt,,,

Rabu, 06 Juli 2011

kesenian ching pho ling



Kesenian yang unik dan satu-satunya di Indonesia. Yang di adopsi dari jaman dahulu ketika seorang demang melakukan pisowanan ke kerajaan, seorang demang diikuti oleh pengawal yang menunjukkan semangat patriotisme yang mengandung nilai-nilai, perjuangan, kesetiaan, kemerdekaan, kebersamaan, dan lain-lainnya. Dalam pisowanan berbentuk barisan/arak-arakan dengan membawa alat-alat senjata untuk menjaga keselamatan rombongan. Selain itu juga membawa peralatan musik sederhana yang dibunyikan untuk menghilangkan kepenatan selama perjalanan. Ching Pho Ling, merupakan nama dari kesenian itu.
 Kesenian yang tinggal satu-satunya di Indonesia ini berada di desa Kesawen kecamatan Pituruh kabupaten Purworejo. Ching pho ling ini merupakan suatu kesenian yang menggunakan alat musik berupa, Tiga buah bende berlaras pelog barang bernada 3 (lu), 2 (ro), dan 7 (pi), Dua buah kendang buntung/ketipung, Trompet, Dua set kecrek. Alat musik tersebut dimainkan dengan lagu yang sederhana dan setiap alat musik tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Suara-suara yang muncul dan instrumen yang digunakan pada pertunjukan Ching Pho Ling akan dapat menimbulkan suasana rame yang men-dukung seluruh gerak dalam setiap adegan. Gerakan yang digunakan cukup sederhana di awali dengan melakukan sembah sebagai wujud penghormatan kepada Tuhan (sebagai pemberi hidup) dan para penonton. Setelah itu membentuk posisi secara variasi, mengayun-ayunkan pedang, membentuk formasi untuk perang, dan masih banyak lagi. Gerakan-gerakan tadi memberikan gambaran tentang perjalanan yang cukup jauh ketika melakukan Pisowanan.
Kata Ching Pho Ling sendiri berasal dari berbagai sumber yang berbeda-beda:
1.   Kata Ching Pho Ling diambil dari tiga nada instrumen bende, yaitu nada 3 (lu), 2 (ro), dan 7 (pi) yang bunyinya ”ning, nung, ning” dan kemudian menjadi Ching Pho Ling.
2. Kata Ching Pho Ling diartikan berasal dari gabungan nama samaran tiga orang prajurit/pengawal ki demang yang bernama Bunching, Dipo, dan Keling kemu-dian diambil nama bagian akhir. Ching Pho Ling tidak hanya semata-mata sebagai gambaran bentuk barisan pisowanan, namun juga sebagai barisan pengamanan. Maka dari itu properti yang digunakan Ching Pho Ling adalah berupa pedang yang dapat digunakan sebagai senjata. 
3. Kata Ching Pho Ling diambil dari aspek kewibawaan barisan demang, mana kala dalam perjalanan pisowanan terdapat musuh, maka musuh akan berlari sekencang-kencangnya dan terkencing-kencing karena ketakutan, musuh akan berlari sejauh mungkin (bahasa Jawa sak pol-pol’e), sampai akhirnya jatuh terguling-guling. Apabila diambil dari akhir kata-kata tersebut, maka akan menjadi ching-pol-ling yang kemudian diucapkan Ching Pho Ling. 
4. Ching Pho Ling dilihat dari bahasa China ada yang memberi arti, Ching artinya bersih atau aman, ”Pho” artinya menjamin, dan ”Ling” artinya perintah. Jadi kata Ching Pho Ling mempunyai arti ”perintah untuk menjamin keamanan dan kejahatan”.
    Namun dari itu semua tidak dipermasalahkan darimana asal kata tersebut tetap warga memanggilnya dengan Ching Pho Ling.
    Dan pada pementasannya mereka memakai pakaian yang berupa penutup kepala(blangkon), baju (lengan panjang biasanya beskap hitam) biasanya dibagian bahu kana dan kiri dipasang semacam pangkat dan ada rumbai-rumbainya, celana hitam polos, selendang yang diselempangkan dipunggung, sabuk, sampur, selempang merah putih, kacamata hitam. Pada saat pementasan tersebut biasanya di dukung dengan menggunakan properti seperti pedang, keris, dan bendera tergantung pada peran yang dimainkan saat pementaak orasan tersebut berlangsung.
    Kesenian Ching Pho Ling ini biasanya muncul atau dipentaskan jika ada acara besar seperti HUT RI, upacar besar, undangan dll. Kesenian ini harus berfungsi sebagai tontonan yang dapat menghibur banyak orang yang diharapkan generasi muda dapat mengetahui dan meneruskan kesenian ini agar tidak punah karena hanya tinggal satu-satunya di Indonesia.



     

    kangennnn :)

    :: Kalau kita kangen gak salah kan?! Tapi kalau kita terlarut itu yang salah,,
        Kamu itu seperti matahari yang gak pernah muncul saat musim hujan dan semua orang merindukanmu,,
        Kamu seperti bunga yang tak kunjung datang saat musim kering dan aku telah mengharapkannya,,
        Entah apa yang ada dalam pikiranmu, hingga kamu tak pernah pasti datangnya,,
        Aku tak pernah tahu apa kamu pun merasakan apa yang tersirat dalam benakku yang selalu berharap datangnya kamu, seperti setiap orang yang selalu berharap esok kan tetap ada ::